humas@sumselprov.go.id Jl. Kapten A. Rivai, Palembang
Hubungi Kami

humas.sumselprov.go.id

Email

humas@sumselprov.go.id

Sambutan

Sambutan Round Table Discussion Nagara Institute

Pembandang:
Gubernur Sumatera Selatan
Tanggal:
27 August 2026
Tempat:
Dilihat:
9x
Ringkasan: Bapak Akbar Faizal, selaku Ketua Pelaksana Nagara Institute sekaligus pengelola Akbar Faizal Uncensored; Membuka sambutan ini, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas Rahmat dan Karunia-Nya kita dapat hadir pada : "Round Table Discussion Nagara Institute" dengan tema : Danantara dan hubungannya dengan BUMN; sebuah ikhtiar bersama untuk mengenal, menggali, dan memahami secara menyeluruh visi besar Danantara sebagai identitas baru ekosistem Badan Usaha Milik...

GUBERNUR SUMATERA SELATAN

SAMBUTAN

GUBERNUR SUMATERA SELATAN

PADA ACARA

ROUND TABLE DISCUSSION NAGARA INSTITUTE

FEATURING AKBAR FAIZAL UNCENSORED

TANGGAL 27 AGUSTUS 2026

Bismillahirrohmanirrohim,

Assalamu’alaikum Wr. Wb,

Salam sejahtera bagi kita semua.

Yang terhormat:

  • Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumatera Selatan;
  • Bapak Akbar Faizal, selaku Ketua Pelaksana Nagara Institute sekaligus pengelola Akbar Faizal Uncensored;
  • Jajaran Manajemen Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara);
  • Para Narasumber dan Penanggap Round Table Discussion;
  • Pimpinan Instansi Vertikal;
  • Pimpinan BUMN dan BUMD yang beroperasi di Bumi Sriwijaya ;
  • Para Akademisi, Tokoh Masyarakat, dan Pimpinan Organisasi Kepemudaan ;
  • Insan Pers serta hadirin yang berbahagia.

Membuka sambutan ini, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas Rahmat dan Karunia-Nya kita dapat hadir pada : "Round Table Discussion Nagara Institute" dengan tema : Danantara dan hubungannya dengan BUMN; sebuah ikhtiar bersama untuk mengenal, menggali, dan memahami secara menyeluruh visi besar Danantara sebagai identitas baru ekosistem Badan Usaha Milik Negara.

Hadirin yang saya hormati,

Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, kami mengucapkan selamat datang kepada Nagara Institute, para narasumber, serta seluruh hadirin sekalian di Bumi Sriwijaya. Merupakan sebuah kehormatan bagi kami, Kota Palembang dipilih menjadi salah satu kota penyelenggaraan Round Table Discussion ini.

Forum hari ini kami pandang sangat strategis. Ia bukan sekadar ajang sosialisasi kebijakan, melainkan ruang pembentukan legitimasi publik bagi sebuah entitas strategis negara. Sebab sebuah kebijakan besar hanya akan berumur panjang apabila ia dipahami, diuji, dan pada akhirnya diterima oleh publik. Pemerintahan yang silih berganti sebagai konsekuensi rotasi kekuasaan sejatinya juga menawarkan cara pandang baru berikut harapan baru. Dalam konteks pemerintahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, lahirlah keputusan politik bernama Danantara, dan kita semua berharap Danantara menjadi jalan keluar, bukan sebaliknya.

Hadirin yang saya hormati,

Perlu kita pahami bersama, Danantara berdiri di atas landasan hukum yang kokoh, yaitu Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN, serta Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2025. Kedudukannya adalah lembaga independen non-kementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden Republik Indonesia, dan mengintegrasikan pengelola dana kedaulatan yang telah ada sebelumnya, yaitu Indonesia Investment Authority, ke dalam satu ekosistem.

Yang menarik untuk kita cermati adalah desain tata kelolanya. Danantara memisahkan secara tegas fungsi regulator yang memegang kebijakan publik, dengan fungsi operator yang menjalankan pengelolaan bisnis. Menteri BUMN memegang 1% Saham Seri A Dwiwarna sebagai penentu kebijakan strategis dan pemegang hak veto, sementara 99% Saham Seri B dikelola oleh Danantara sebagai pengelola operasional, aset, dan investasi. Di bawahnya bekerja dua tangan yang berbeda tugas : Holding Investasi yang berfokus pada optimalisasi portofolio dan reinvestasi dividen ke proyek strategis nasional, serta Holding Operasional yang mengawasi efisiensi dan kinerja harian BUMN.

Dari sinilah lahir pola hubungan baru antara Danantara dan BUMN. Aset-aset raksasa negara dikonsolidasikan; dividen BUMN dikelola dalam sebuah reinvestment pool untuk mendanai hilirisasi dan infrastruktur; BUMN yang tidak produktif dirampingkan dan yang bermasalah dipulihkan. Dan yang tidak kalah penting, melalui penerapan business judgment rule, diberikan kepastian hukum bahwa risiko keputusan bisnis yang diambil dengan iktikad baik, transparan, dan sesuai tata kelola korporasi yang baik, tidak serta-merta dikategorikan sebagai kerugian negara. Ini adalah keberanian regulasi yang patut kita apresiasi.

Hadirin sekalian,

Namun izinkan saya menyampaikan sesuatu dari sudut pandang daerah. Besarnya aset dan potensi BUMN adalah modal ekonomi strategis negara. Tantangan terbesarnya bukan pada seberapa besar angka dana kelolaan, melainkan bagaimana modal tersebut dikonversi menjadi produktivitas, investasi, lapangan kerja, penerimaan negara, dan pada ujungnya kesejahteraan masyarakat. Angka yang besar di neraca tidak berarti apa-apa apabila ia tidak turun sampai ke meja makan rakyat.

Sumatera Selatan adalah rumah bagi banyak sekali kepentingan strategis nasional. Kita adalah lumbung energi dan lumbung pangan. Di tanah ini beroperasi BUMN-BUMN besar di sektor pertambangan, minyak dan gas, kelistrikan, pupuk, semen, perkebunan, telekomunikasi, dan perbankan. Dari perut bumi Sumatera Selatan mengalir batubara dan gas yang menyalakan lampu di banyak provinsi. Maka wajar apabila kami menaruh harapan yang besar, bahwa reinvestasi yang dikelola Danantara akan kembali menyentuh daerah penghasil.

Harapan kami sederhana dan konkret. Pertama, agar hilirisasi sumber daya alam benar-benar terjadi di daerah asal sumber dayanya, bukan hanya diangkut keluar dalam bentuk mentah. Kedua, agar proyek strategis seperti percepatan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat dan pengembangan kawasan industri mendapatkan dukungan permodalan jangka panjang. Ketiga, agar setiap investasi yang masuk membuka lapangan kerja bagi tenaga kerja lokal, menggandeng vendor dan UMKM daerah, serta menyelaraskan program tanggung jawab sosialnya dengan prioritas pembangunan daerah. Dengan begitu, kehadiran Danantara akan terasa bukan hanya di pasar modal, tetapi juga di dapur rakyat Sumatera Selatan.

Bapak/ Ibu yang saya hormati,

Kita semua menyadari, masih ada sejumlah persoalan struktural yang harus dijawab : fragmentasi pengelolaan aset dan investasi negara, rendahnya optimalisasi sebagian aset BUMN, kebutuhan efisiensi dan perbaikan tata kelola, kebutuhan investasi jangka panjang untuk mendukung transformasi ekonomi, serta tuntutan untuk memperkuat daya saing BUMN di tingkat nasional maupun global. Inilah pekerjaan rumah yang berat, dan justru karena beratnya, ia tidak boleh dikerjakan dalam sunyi.

Oleh sebab itu, kami berharap Danantara hadir sebagai orkestrator ekosistem BUMN, bukan sekadar institusi baru yang berdiri di atas institusi yang sudah ada. Orientasinya harus bergeser, dari sekadar mengelola aset menjadi menciptakan nilai dari aset. Dan izinkan saya menambahkan satu langkah lagi dari perspektif daerah : dari menciptakan nilai, menjadi membagi manfaat secara berkeadilan hingga ke daerah.

Kepada seluruh peserta diskusi, saya mengajak : mari kita gunakan forum ini sebaik-baiknya. Sampaikan gagasan dengan jernih, sampaikan kritik dengan konstruktif. Kritik yang sehat bukanlah bentuk penolakan, melainkan cara kita menjaga agar sebuah kebijakan besar tetap berjalan di koridor yang benar, transparan, dan akuntabel.

Hadirin yang saya hormati,

Pada akhirnya kami sampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Akbar Faizal dan Nagara Institute, atas kepercayaan yang diberikan kepada Provinsi Sumatera Selatan sebagai tuan rumah kegiatan Round Table Discussion ini.

Mari kita bersama satukan komitmen dan derap langkah. Kita kawal bersama agar Danantara benar-benar menjadi jalan keluar bagi bangsa, dan menjadi berkah bagi daerah, demi mewujudkan Sumatera Selatan Maju Terus Untuk Semua.

Semoga Allah SWT meridhoi kegiatan ini dan selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada kita. Amin.

Sekian dan terima kasih,

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

WAKIL GUBERNUR SUMATERA SELATAN,

H. CIK UJANG

Pantun:

Pempek dibelah kuahnya cuka,

Disantap hangat di tepian Musi,

Selamat datang di Bumi Sriwijaya,

Berdiskusi Danantara untuk negeri.

Berlayar perahu di Sungai Musi,

Membawa muatan sampai ke muara,

Mari bersinergi membangun negeri,

Agar manfaatnya merata untuk Nusantara.

Naskah Pidato
Unduh naskah lengkap
Unduh Naskah
Bagikan: