Sambutan Launching Pengembangan Ekosistem Rantai Pasok GSMP-MBG
Gubernur Sumatera Selatan
30 July 2026
3x
GUBERNUR SUMATERA SELATAN
SAMBUTAN
GUBERNUR SUMATERA SELATAN
PADA ACARA
LAUNCHING PENGEMBANGAN EKOSISTEM RANTAI PASOK GERAKAN SUMATERA SELATAN MANDIRI PANGAN – MAKAN BERGIZI GRATIS
(GSMP-MBG) DAN HIGH LEVEL MEETING
TIM PENGENDALIAN INFLASI DAERAH (HLM TPID)
SE - SUMATERA SELATAN
TANGGAL 30 JULI 2026
Bismillahirrohmanirrohim,
Assalamu’alaikum Wr. Wb,
Salam sejahtera bagi kita semua.
Yang terhormat:
- Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumatera Selatan;
- Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI);
- Para Bupati dan Wali Kota se-Sumatera Selatan;
- Kepala Badan Gizi Nasional atau yang mewakili;
- Kepala Badan Pangan Nasional atau yang mewakili;
- Para Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG);
- Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Selatan beserta Ketua TP PKK Kabupaten/Kota;
- Pimpinan Instansi Vertikal;
- Para Kepala Perangkat Daerah Provinsi Sumatera Selatan serta Kepala Perangkat Daerah Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan;
- Pimpinan BUMN, BUMD, Bank Indonesia, Perbankan, dan Dunia Usaha;
- Rektor dan Pimpinan Perguruan Tinggi;
- Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan, Ketua PWNU Sumsel, Ketua PW Muhamamdiyah Sumsel, Ketua PW Muslimat NU Sumsel, Forum Pondok Pesantren,
- Kelompok Tani, Kelompok Wanita Tani, UMKM, Koperasi, insan pers, serta seluruh peserta Lauching Pengembangan Ekosistem Rantai Pasok GSMP-MBG & High Level Meeting TPID Se-Sumatera Selatan Tahun 2026 yang saya hormati.
Marilah kita panjatkan puji dan syukurke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa karena limpahan rahmat dan karunia-Nya pada hari ini kita dapat hadir dalam acara Launching Pengembangan Ekosistem Rantai Pasok Gerakan Sumatera Selatan Mandiri Pangan – Makan Bergizi Gratis (GSMP-MBG) dan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (HLM TPID) se-Sumatera Selatan.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Hadirin yang saya hormati,
Alhamdulillah, berbagai indikator pembangunan pangan di Provinsi Sumatera Selatan terus menunjukkan capaian yang semakin menggembirakan. Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Tahun 2025 mencapai 79,31, menempatkan Provinsi Sumatera Selatan pada peringkat ke-4 nasional. Capaian ini mencerminkan semakin kuatnya ketahanan pangan daerah, yang ditopang oleh peningkatan aspek ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan.
Sejalan dengan itu, kualitas konsumsi pangan masyarakat juga terus mengalami peningkatan. Hal ini tercermin dari Skor Pola Pangan Harapan (PPH) Tahun 2025 yang mencapai 95,1, menunjukkan bahwa pola konsumsi masyarakat semakin beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA).
Pencapaian tersebut sekaligus mengindikasikan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengonsumsi pangan yang berkualitas serta semakin optimalnya pemanfaatan pangan lokal sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Prevalence of Undernourishment (PoU) atau prevalensi penduduk yang mengalami kekurangan konsumsi pangan berada pada kisaran 5,97 persen, sedangkan prevalensi stunting terus menurun hingga mencapai sekitar 15,8 persen. Capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Dari sisi ekonomi, persentase penduduk miskin di Sumatera Selatan pada September 2025 turun menjadi 9,85 persen, sementara inflasi year-on-year tetap terjaga sebesar 2,91 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa stabilitas pasokan dan harga pangan terus terpelihara melalui sinergi Pemerintah Daerah, TPID, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan.
Data tersebut menunjukkan bahwa pembangunan pangan tidak dapat lagi dilakukan secara sektoral. Kita membutuhkan sebuah sistem yang mampu menghubungkan seluruh mata rantai pangan, mulai dari produksi, pengolahan, pembiayaan, distribusi, pemasaran, hingga konsumsi dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
Meskipun demikian, kita tidak boleh berpuas diri. Berbagai tantangan pembangunan pangan ke depan masih memerlukan perhatian dan kerja keras bersama, antara lain keterbatasan anggaran, dampak perubahan iklim, alih fungsi lahan pertanian, gangguan distribusi pangan, fluktuasi harga pangan, serta masih adanya masyarakat yang rentan terhadap kemiskinan dan kerawanan pangan.
Oleh karena itu, pembangunan pangan harus dilaksanakan secara efisien, efektif, adaptif, dan berkelanjutan, dengan mengedepankan semangat kolaborasi dan sinergi seluruh pemangku kepentingan.
Melalui kerja sama yang erat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan masyarakat, kita optimistis mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mewujudkan sistem pangan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat Sumatera Selatan.
Hadirin dan tamu undangan yang saya hormati,
Atas dasar itulah, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) sebagai program unggulan daerah yang telah dilaksanakan sejak tahun 2021. GSMP tidak lagi sekadar menjadi gerakan pemanfaatan pekarangan, tetapi telah berkembang menjadi program ketahanan pangan keluarga, meningkatkan konsumsi pangan lokal, mengendalikan inflasi pangan, mengurangi kemiskinan, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sejalan dengan arah kebijakan pembangunan nasional dan Program Strategis Nasional, GSMP kini terus ditransformasikan menjadi Ekosistem Rantai Pasok Pangan Sumatera Selatan, yaitu sebuah ekosistem kolaboratif yang mengintegrasikan seluruh pemangku kepentingan dalam satu sistem yang saling terhubung dan saling memperkuat. Ekosistem ini menghubungkan petani, nelayan, peternak, kelompok perempuan, pondok pesantren, UMKM, koperasi, dunia usaha, perbankan, perguruan tinggi, media, serta pemerintah, sehingga tercipta rantai pasok pangan yang lebih efisien, tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
Melalui transformasi tersebut, GSMP diharapkan mampu menjamin ketersediaan bahan pangan lokal secara berkelanjutan, memperkuat rantai pasok pangan daerah, mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mewujudkan Sumatera Selatan sebagai salah satu model nasional pembangunan ekosistem pangan berbasis potensi sumber daya lokal.
Hadirin yang yang saya hormati,
Dengan dilaksanakannya Launching Pengembangan Ekosistem Rantai Pasok GSMP–MBG ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menetapkan arah baru pembangunan pangan daerah, yaitu mentransformasikan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) menjadi model Ekosistem Rantai Pasok Pangan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis Sumatera Selatan dapat menjadi pelopor pembangunan ekosistem pangan yang tangguh, modern, dan berdaya saing, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan visi "Sumatera Selatan Maju Terus untuk Semua" dan Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045.
Tidak lupa, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bank Indonesia, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sumatera Selatan, PKN STAN, Balai Diklat Keuangan Palembang, BUMN, perguruan tinggi, serta organisasi kemasyarakatan, antara lain PW Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Muhammadiyah, beserta seluruh mitra pembangunan lainnya yang telah menunjukkan komitmen, sinergi, dan kolaborasi dalam mendukung berbagai program Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Hadirin yang yang saya hormati,
Hari ini kita juga akan menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara pelaku usaha dalam Ekosistem Rantai Pasok Pangan GSMP – MBG. Saya berharap seluruh komitmen tersebut diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Sebagai wujud komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan gerakan ini, pada kesempatan yang berbahagia ini saya juga mencanangkan untuk pembentukan Forum Kolaborasi Gerakan Sumsel Mandiri Pangan Provinsi Sumatera Selatan sebagai wadah koordinasi, sinergi, dan kolaborasi lintas sektor mulai dari unsur pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas masyarakat dan media.
Demikianlah beberapa hal yang dapat saya sampaikan. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan petunjuk, kekuatan dan keberkahan kepada kita semua dalam mengemban amanah membangun Sumatera Selatan yang maju, mandiri dan sejahtera.
Sekian dan terimakasih,
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
GUBERNUR SUMATERA SELATAN,
H. HERMAN DERU
Pantun:
Naik ketek menyusuri Musi
Singgah sebentar di Pulau kemaro tercinta
Ketahanan pangan jadi misi
Untuk Sumsel maju dan rakyat makmur sejahtera
Pagi hari mentari bersinar
Sawah menghijau sejauh pandangan
Bersama kita bekerja dengan benar
Mewujudkan Sumsel mandiri dan berdaulat pangan