Media Media
Saham Pemprov di Konsorsium 19 Persen, Target Groundbreaking Pelabuhan Tanjung Carat September 2026
Sumber Media:
sumateraekspres.id
sumateraekspres.id
Tanggal:
22 August 2026
22 August 2026
Kategori:
Media
Media
Ringkasan: PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Sejak Juli 2026, megaproyek pelabuhan yang sebelumnya dikenal sebagai Palembang New Port resmi dinamakan Pelabuhan Internasional Samudera Tanjung Ca...
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Sejak Juli 2026, megaproyek pelabuhan yang sebelumnya dikenal sebagai Palembang New Port resmi dinamakan Pelabuhan Internasional Samudera Tanjung Carat.
Penetapan nama baru ini menjadi bagian dari percepatan pembangunan yang dilakukan bersama konsorsium yang akan membangun pelabuhan tersebut.
Berdasarkan Head of Agreement (HoA), komposisi saham konsorsium terdiri atas PT Pelabuhan Indonesia (Persero) sebesar 51 persen, PT Samudera Pasai Indonesia (SPI) sebesar 30 persen, dan PT Sumsel Energi Gemilang (SEG) sebesar 19 persen.
“Nama ini kita pilih sesuai kesepakatan konsorsium. Bukan sekadar nama, tapi simbol kebangkitan.
Selama ini kita dibelenggu trauma masa lalu dengan pertanyaan, siapa yang akan memulai duluan? Dengan nama baru ini, kita mulai akselerasi,” ujar Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru, belum lama ini.
Katanya, Pelabuhan Internasional Samudera Tanjung Carat akan menjadi gerbang logistik bertaraf internasional yang mampu meningkatkan konektivitas, memperkuat daya saing daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi baru di Sumsel.
Menurut Herman Deru, pemilihan nama PT Pelabuhan Internasional Samudera Tanjung Carat diharapkan menjadi daya tarik bagi investor serta seluruh pihak yang akan terlibat dalam pengembangan pelabuhan tersebut.
Tahapan berikutnya adalah mempercepat proses groundbreaking dan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS). “Targetnya pembangunan fisik dimulai pada September 2026,” bebernya.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Basyaruddin Akhmad menjelaskan, proses sertifikasi lahan seluas 59,9 hektare telah selesai.
Sementara itu, lahan di Mozaik 5 dan 6 seluas 81,88 hektare masih dalam proses pengukuran ulang oleh ATR/BPN. Selain itu, proses penyelesaian kesepakatan lahan bersama Kementerian Keuangan juga terus dipercepat.
Untuk mendukung konektivitas pelabuhan, pemerintah akan memulai langkah awal melalui reaktivasi Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol serta penugasan kepada PT Hutama Karya (PT HK) untuk membangun akses jalan tol menuju kawasan pelabuhan.
Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuasin, Erwin Ibrahim mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin telah mengetahui pergantian nama megaproyek pelabuhan di Tanjung Carat tersebut.