Pemprov Sumsel Bersama ILO Berkolaborasi Dalam Percepatan Perwujudan Transisi Energi Berkeadilan Pada Forum Dialog Sosial Transisi Energi Berkeadilan

Pemprov Sumsel Bersama ILO Berkolaborasi Dalam Percepatan Perwujudan Transisi Energi Berkeadilan     Pada Forum Dialog Sosial Transisi Energi Berkeadilan

PALEMBANG - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Selatan berkolaborasi dengan International Labour Organization (ILO) Country Office for Indonesia & Timor Leste menyelenggarakan Forum Dialog Sosial Transisi Energi Berkeadilan yang dilaksanakan pada tanggal  8-9 Agustus 2023 di The Alts Hotel Palembang.   Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Ir. S. A. Supriono selaku Pelaksana Harian Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Selatan ini diprakarsai oleh ILO yang merupakan bagian dari konsorsium Proyek Global Innovation Regional for a Just Energy Transition (IKI-JET), rangkaian kegiatan saat ini adalah mengadakan dialog sosial bagi konstituen yang berkaitan dengan sektor pertambangan batubara. Sekda Sumsel S. A. Supriyono selaku Pelaksana Harian Kepala Disnakertrans Sumsel mengatakan Pemerintah Provinsi Sumsel sangat mendukung implementasi dari komitmen Net Zero Emission 2060 di wilayah Provinsi Sumsel.   Menurut Supriono guna merencanakan dan mempersiapkan transisi menuju sumber energi bebas karbon di masa mendatang dibutuhkan upaya yang komperhensif dan terpadu serta bahu membahu antar pemangku kepentingan, termasuk pembuat kebijakan, pengusaha, pekerja,  dan masyarakat dalam suatu sistem transisi energi berkeadilan. "Oleh karena itu, melalui kegiatan hari ini diharapkan dapat menginisiasi terbentuk Forum Konsultasi Daerah yang menjadi wadah berkumpulnya stakeholder untuk berdiskusi dan memberikan rekomendasi guna terwujudnya transisi energi berkeadilan dalam rangka transformasi ekonomi daerah," tutupnya.  

Sementara itu, National Project Officer ILO Indonesia, Muce Mochtar menyebutkan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas mitra proyek yang mencakup konstituen ILO dan pemangku kepentingan lainnya agar dapat mempromosikan kerja layak melalui dialog sosial terutama pada sektor batubara.   "Forum ini mengedepankan mekanisme tripartit di tingkat provinsi serta menjajaki kemungkinan untuk mengikutsertakan pemangku kepentingan lainnya yang terlibat dengan Transisi Energi Berkeadilan dan/atau melihat kemungkinan pembentukan forum dialog Transisi Energi Berkeadilan yang baru," jelas Muce.   Terpisah, Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Disnakertrans Sumsel Dedi Januarsyah, S.STP, M.Si mengatakan hasil riset International Renewable Energy Agency (IRENA) secara global terdapat 12 juta realisasi pekerjaan Energi Baru Terbarukan (EBT) di 2020, dan akan muncul 43 juta pekerjaan EBT di 2050.   Hal ini, lanjutnya menunjukan bahwa kedepan sangat terbuka lebar lapangan kerja berbasis Green Jobs di sektor EBT.

Oleh karena itu, peluang profesi Green Jobs ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam rangka percepatan perwujudan transisi energi berkeadilan di sektor pertambangan batubara. "Saya berharap forum ini dapat memberikan saran dan masukan dalam rangka mengidentifikasi profesi green jobs seperti apa yang perlu dipersiapkan dan dikembangkan di wilayah pertambangan batubara,"katanya. Apalagi dia menambahkan Disnakertrans Sumsel melalui Balai Latihan Kerja (BLK) akan berperan dalam memberikan pelatihan vokasi green jobs kepada kaum milenial Sumsel yang berada disekitar wilayah operasi tambang batubara.   Forum Dialog Sosial Transisi Energi Berkeadilan ini selain dihadiri oleh unsur pemerintah provinsi Sumsel dihadiri pula perwakilan dari perguruan tinggi, asosiasi pengusaha, Serikat Pekerja/Buruh, NGO dan media massa.

Dipost Oleh Bendit koesoet

berbagi bersama

Post Terkait

Tinggalkan Komentar